Bunuh

What do you do with pests? You get rid of them of course. And the only outcome for them should be DEATH.
KILL THEM ALLLL!
&*%#@#@!~!!)_(&%@#^*^!^%

Amat marah. Karena orang itu gila deh, biar kita memanggil dia X. X barangkali rasa dia ia teman akrabku walaupun aku nggak kenal dia! Bilang rinduku la, dan juga bilang ingin bertemu lagi dengan aku. Aku hanyu temu dengan dia sekali dan saat itu temanku, namanya J, tidak memperkenalkan. Tapi sebabnya sudah tahu dia ia teman J. Kok harus temu X lagi? Sial lah. Dia juga bilang karena aku akan lulus semester ini, dia sesal nggak kenalku lebih awal. Karena begitu, boleh menghabiskan waktu bersama-sama.

GILA DEH!

Aku tak mau berteman dengan dia! Aku agak benci orang yang berpura-pura dekat waktu kita belum benar menjadi teman. Hanya teman yang “hi-bye”. Siapa bilang kita ia teman akrab lho?

Aku agak gembira aku akan lulus semester ini, karena boleh memutus hubungan dengan teman yang aku nggak senang, terutama J. Tapi karena semua temanku yang lain sudah lulus semester yang lalu, aku harus mengambil kursus dengan dia. Hai. Aku tak senang dia, karena dia senang penilai orang. Kok aku kata itu? Boleh lihat dari matanya. Waktu omong-omong dengan dia, matanya selalu menyimpang. Aku menyanka dia sedang cek untuk kekurangan.

Oke lah. Sudah cape. Ingin tidur. Agak bangga karena boleh mengeluh dalam Bahasa Indonesia. Haha.

I’m quite proud that I was able to complain with my half-baked knowledge of Bahasa Indonesia. Haha.

  • Twitter
  • Facebook
  • StumbleUpon
  • Digg
  • del.icio.us
  • Google Bookmarks
  • email
4
comments

4 Responses to “Bunuh”

  1. hendri says:

    Haha… Your Indonesian sounds a bit funny, but it’s a good try. :P

    There are a few spelling/grammatical errors here and there, and some influence of Malay (e.g. boleh vs. bisa), but it’s generally understandable. I think you mistook “ia” (means he/she/it) for “itu” (means is/are in some context).

    Did you learn the language on your own?

  2. hendri says:

    BI basic foundation course? In SG school?

    In BI, “bisa” means “can be done”, regardless of whether it is allowed, e.g. “Saya bisa membunuh orang itu” (= I can kill that person, it doesn’t matter whether it’s allowed or not).

    “Boleh” means “allowed to be done”, e.g. “Saya tidak boleh membunuh” (= I am not allowed to kill, maybe by law or by moral values).

    It’s quite a subtle difference. BTW, “bisa” can also mean “poison”, depending on context. :P

    We don’t use “ia” for “is” in BI (if I’m not wrong it is correct in BM)… “Ia” is used as “he/she/it”, e.g. “Ia adalah seorang dokter” (= He/she is a doctor).

    The correct word for “is” is “ialah” or “adalah”, but they’re quite formal and will be out of context in this entry. A more appropriate informal word to use is “itu”, e.g. “Siapa bilang kita itu teman akrab?”.

    If you want, I can try correcting the mistakes in the entry and post it here later. :P

  3. sylv says:

    hey! Your indonesian is really not bad! I thought you were an Indonesian who tried to write quite funnily or in a jokingly manner. But you’re not! Means your Indonesian is really not that bad!

    BTW if you need help about Indonesian I would love to help =)

  4. Gelitifa says:

    Who’s tat person..? How dare J annoy u… Come let Gelitifa, slime him to death… :p