What do you do with pests? You get rid of them of course. And the only outcome for them should be DEATH.
KILL THEM ALLLL!
&*%#@#@!~!!)_(&%@#^*^!^%
Amat marah. Karena orang itu gila deh, biar kita memanggil dia X. X barangkali rasa dia ia teman akrabku walaupun aku nggak kenal dia! Bilang rinduku la, dan juga bilang ingin bertemu lagi dengan aku. Aku hanyu temu dengan dia sekali dan saat itu temanku, namanya J, tidak memperkenalkan. Tapi sebabnya sudah tahu dia ia teman J. Kok harus temu X lagi? Sial lah. Dia juga bilang karena aku akan lulus semester ini, dia sesal nggak kenalku lebih awal. Karena begitu, boleh menghabiskan waktu bersama-sama.
GILA DEH!
Aku tak mau berteman dengan dia! Aku agak benci orang yang berpura-pura dekat waktu kita belum benar menjadi teman. Hanya teman yang “hi-bye”. Siapa bilang kita ia teman akrab lho?
Aku agak gembira aku akan lulus semester ini, karena boleh memutus hubungan dengan teman yang aku nggak senang, terutama J. Tapi karena semua temanku yang lain sudah lulus semester yang lalu, aku harus mengambil kursus dengan dia. Hai. Aku tak senang dia, karena dia senang penilai orang. Kok aku kata itu? Boleh lihat dari matanya. Waktu omong-omong dengan dia, matanya selalu menyimpang. Aku menyanka dia sedang cek untuk kekurangan.
Oke lah. Sudah cape. Ingin tidur. Agak bangga karena boleh mengeluh dalam Bahasa Indonesia. Haha.
I’m quite proud that I was able to complain with my half-baked knowledge of Bahasa Indonesia. Haha.